Tetap Cantik Pasca Menopause
DOKTERINE.INFO - Wanita antara usia 45 hingga 55 tahun akan mengalami menopause atau keadaan dimana daur haid berhenti. Hal itu dialami secara bertahap.
Dalam suatu kesempatan, masa sekitar berhentinya daur haid disebut masa perimenopause yang berlangsung sekitar 0,5 hingga 3 tahun.
Tapi perlu diingat, menopause bukanlah akhir dari segalanya, akhir dari kehidupan. Ini proses alamiah pada wanita.
Perubahan karena berhentinya hormon kewanitaan dapat diatasi dengan pengobatan dan psikoterapi. Persiapan diri, juga dukungan dari pasangan diperlukan. Berpikirlah positif, mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa sangat membantu keindahan kehidupan masa tua.
Sel telur yang tersimpan dalam indung telur, sudah terbentuk sejak masa di dalam rahim. Pada usia kehamilan 30 minggu jumlah sel telur mencapai sekitar 6 juta. Sebagian dari mereka akan rusak (ber-degenerasi) sehingga ketika bayi lahir jumlah sel telur menjadi 2 juta. Sel ini akan berkurang lagi menjadi kurang lebih 300.000 saat pubertas dan akhirnya hanya 8.000 yang mampu bertahan hidup dan menjadi matang.
Sebenarnya saat menopause masih ada beberapa sel telur, tetapi sensitivitasnya terhadap hormon hilang. Seperti saat pubertas dan menarche (mulai mens), ketika menopause, terjadi gangguan karena perubahan hormon terhadap tubuh.
Bedanya, pada pubertas perubahan itu dikarenakan mulai timbulnya hormon sedangkan saat menopause justru akibat hilangnya hormon.
Dalam hal ini ada kesamaan gejala yang biasa timbul. Misalnya, gangguan daur haid. Daur haid tidak teratur karena hormon tidak stabil.
Juga ada gangguan psikologis yang disebabkan hormon abnormal. Bentuk gangguan misalnya perasaan mudah tersinggung, bahkan terkadang sampai depresi, gelisah, kurang nyaman, kurang pede, cepat marah, menangis.
Pada pubertas ada perasaan disepelekan, sedangkan ketika menopause ada perasaan tak berguna dan ditinggalkan, perasaan kurang cantik atau kurang menarik lagi.
Ada gangguan aliran darah dan jantung. Pada menopause ada rasa panas di muka, leher, terkadang hingga demam yang timbul dan hilang tiba-tiba. Jantung sering berdebar, tubuh lemas, vagina kering atau panas, berkeringat, sukar tidur.
Pada wanita menopause, gangguan jantung atau penyempitan/gagal jantung meningkat keumbang wanita masa reproduksi.
Gangguan otot dan tulang pun biasa ters jadi, juga gangguan gairah seksual (kadang tinggi/rendah) serta gangguan pada alat kelamin.
Kurang dari tiga dari sepuluh wanita akan mengalami seluruh gangguan tersebut. Sebagian wanita tidak akan mengalaminya.
Maka itu jangan risau, tapi patut dimengerti. Namun jika gangguan cukup banyak dan mengganggu, sebaiknya yang bersangkutan menghubungi dokter kandungan atau psikolog.
Seksualitas pasca menopause
Satu mitos menyesatkan berkaitan dengan menopause adalah hilangnya kemampuan dan gairah seksual setelah menopause.
Hal ini sama sekali tidak benar. Bila nenek kakek pisah kamar karena sang nenek berhenti haid, itu salah, karena itu termasuk efek samping dari menopause yang dapat diatasi dengan pengobatan.
Kemampuan reproduksi memang hilang karena hilangnya menstruasi, tetapi kemampuan seksual bisa dipertahankan sampai lama.
Sebagai gambaran, suatu penelitian di AS tentang seksualitas pada wanita lansia, 60 persen tidak berubah, 20 persen menurun dan 20 persen justru mengalami peningkatan.
Beberapa wanita bahkan baru menikmati seks pada usia tua, karena adanya pengenalan lebih baik terhadap pasangan, perasan cinta kasih lebih mendalam, dll.
Potensi seksual wanita bertahan lebih lama daripada pria, sehingga penurunannya lebih banyak disebabkan kegagalan pasangannya.
Namun hal itu dapat ditingkatkan kembali bila pasangan mau berusaha. Penelitian di AS memperlihatkan 70 persen wanita yang masih aktif seksual pada usia 60 tahun akan berlanjut pada usia 70 hingga 80 tahun.
Karena itulah, demi menghindari kepercayaan pada mitos-mitos seputar menopause, para wanita hendaknya memiliki pengertian tentang seluruh proses menopause.
Jika gejala-gejala menopause terjadi, wanita tidak panik dan bisa segera menghubungi dokter maupun psikolog.
Belajar untuk berpikiran positif terhadap segala hal akan membantu mengatasi stres dan depresi, belajar percaya pada pasangan hidup, jangan membiasakan, diri berkeluh-kesah, mendekatkan dan berserah diri kepada Sang Pencipta, membuat kita lebih bebas, tidak tertekan.
Ingat-ingatlah, menstruasi tidak perlu dipertahankan, tetapi dampak menopause yang harus dikendalikan. Proses regenerasi kulit yang menyebabkan kulit keriput dapat diatasi dengan penggunaan bahan kosmetik yang tepat, vitamin E dan olahraga teratur.
Tetaplah cantik dan bergairah di masa menopause, itu akan lebih baik.
Label: Kecantikan, Perempuan, Tips

