Cara Menghindari Perut Buncit
DOKTERINE.INFO - Salah satu bagian tubuh yang paling diperhatikan perempuan dalam menjaga penampilannya adalah perut. Banyak yang merasa risi jika perutnya terlihat buncit karena akan mengganggu seluruh penampilan.
Apalagi perempuan yang telah melahirkan, masalah perut buncit menjadi bagian dari keluhan penampilan. Sebetulnya, tak sukar untuk mendapatkan perut yang rata. Asal Anda mau berkorban dan berdisiplin.
Perut buncit adalah penyakit
Badan yang membesar pada bagian tengah tubuh mempunyai nama klinis tersendiri. Namanya disebut obesitas abdominal atau obesitas sentral. Jika punya nama klinis, apalagi ditambah dengan embel-embel ‘obesitas’ maka kondisi ini sudah bisa dikatakan sebagai penyakit.
International Classification of Disease revisi ke 10 (ICD-10) mengategorikannya sebagai penyakit akibat kelainan sistem endokrin, kesalahan pola makan dan kelainan metabolisme.
Perut yang membesar sering dikaitkan sebagai bagian dari proses penuaan. Pada perempuan bisa dikatakan benar, apalagi pasca menopause lemak cenderung berkumpul di bagian tengah tubuh.
Lemak pada perut buncit
Ada dua macam lemak yang terdapat dalam perut yang buncit:
Lemak subkutan, yang terdapat di bawah lapisan kulit.
Lemak visceral, yang letaknya jauh di dalam rongga tubuh. Terselip-selip di antara organ-organ dalam.
Anda yang perutnya gendut, bagian perut yang menggelambir dan bisa dicubit itulah yang dinamakan lapisan lemak subkutan. Jika lapisannya sangat banyak dan tebal, akan membuat badan terlihat ‘tumpah-tumpah’ keleweran. Jadinya sangat tidak bagus untuk dilihat.
Lemak visceral letaknya berada jauh di dalam rongga tubuh. Lemak ini juga, jika sudah menumpuk terlalu banyak akan membuat perut Anda semakin membulat seperti balon. Perut jadi terlihat lebih maju dari dada.
Keberadaan lemak visceral diketahui berkaitan erat dengan berbagai macam masalah kesehatan yang serius, yaitu:
- Penyakit jantung dan kardiovaskuler
- Diabetes tipe 2
- Tekanan darah tinggi
- Masalah kolesterol
- Dan gangguan pernafasan.
Diagnosa obesitas sentral
Jadi, lebar lingkar pinggang bisa menentukan apakah seseorang berisiko terkena penyakit degeneratif atau tidak. Pada perempuan jika lebar lingkar pinggang sudah lebih dari 88cm dan pada laki-laki lebih dari 104cm, maka bisa dikatakan timbunan lemak perut sudah pada tahap perlu diwaspadai.
Walaupun berat badan seseorang termasuk ideal berdasarkan hitungan Indeks Massa Tubuh (BMI), namun jika perutnya buncit, maka itu termasuk tidak sehat.
Cara paling mudah mengenali apakah tubuh Anda sudah berisiko yaitu, saat Anda duduk atau berdiri tegak, tundukkan kepala, lihat ke arah perut. Jika Anda melihat perut Anda lebih ‘mancung’ dari dada, maka Anda sudah bisa dikatakan sudah mengalami penyakit obesitas sentral.
Lalu, mengapa ada orang yang terlihat kurus tapi berperut buncit?
Berikut ini penyebabnya:
- Faktor genetik. Ini adalah faktor penyumbang terbesar sebesar 20-70%
- Terlalu banyak makan berkalori tinggi. Terutama gula, karbohidrat sederhana dan lemak.
- Kebiasaan tidak sehat. Seperti senang makanan manis dan mencandu alkohol.
- Terlalu banyak rebahan.
- Punya masalah endokrin.
Tips Mengurangi lemak di perut
Ada sejumlah kiat praktis untuk menghindari perut buncit:
- Jangan makan sekaligus dalam jumlah yang banyak. Lebih baik makan lebih sering dengan porsi yang kecil, agar perut tidak mengembang berlebihan.
- Makanlah jika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Perbanyak makanan berserat seperti sayur, buah dan biji-bijian. Pilih sumber protein kurus dan rendah lemak. Serta batasi konsumsi gula.
- Biasakan berolahraga, setidaknya seminggu tiga kali. Akan lebih baik, jika setiap pagi Anda menyempatkan diri melakukan sit-up yang dapat mengencangkan otot perut. Tidak perlu lama-lama, cukup 10 menit.
Ada orang yang mampu mengurangi lemak perutnya dengan beberapa perubahan gaya hidup. Sebagian lagi ada yang sulit untuk kurus, entah karena faktor genetik, atau motivasinya putus di tengah jalan. biasanya sih karena alasan ini, orang jadi gagal berdiet.
Sudah banyak cerita orang-orang yang semula obesitas morbid, mengubah gaya hidupnya, dan dalam beberapa tahun berubah menjadi langsing berotot bak binaragawan binaragawati. Apa kiat sukses mereka? Cukup dengan disiplin dan konsisten.

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home