Mengapa Semakin Banyak Orang Kelelahan? Apa dan Bagaimana Cara Menanganinya
Di zaman yang semakin serba cepat ini, kelelahan (fatigue) sepertinya sudah menjadi masalah setiap orang. Terlalu banyak bekerja, hingga sampai di titik jenuh, Anda sudah tidak punya lagi energi untuk melakukan apa pun.
Yang terjadi kemudian, rasa lelah itu tak kunjung hilang dan malah memburuk dari waktu ke waktu, energi rasanya makin terkuras, konsentrasi dan motivasi lenyap. Kualitas hidup makin menurun dan kesehatan mental Anda pun jadi terganggu.
Inginnya sih, kita tak pernah kehabisan energi agar bisa terus-menerus melakukan ini itu. Sayangnya, energi bukanlah hal konstan dalam hidup kita. Energi mengalami pasang surut dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan berbagai musim, serta suasana, tergantung pada kondisi individu.
Merasa lelah adalah hal yang alami, karena tubuh manusia ada batasannya. Normalnya, setelah beristirahat yang cukup, rasa lelah itu akan sirna dan tubuh kembali bugar.
Kelelahan menjadi tidak normal ketika: terasa tiada hentinya, durasinya terlalu lama, bahkan tidak bisa hilang walau sudah istirahat atau tidur yang panjang. Jika hal ini terjadi maka ini sudah bukan lagi lelah biasa. Anda mungkin saja sedang sakit.
Hal-hal biasa namun bisa menyebabkan kelelahan
Sebelum berkesimpulan bahwa rasa lemas Anda disebabkan oleh penyakit, ada baiknya menelusuri dahulu bagaimana keseharian kita. Banyak kegiatan yang dianggap rutin namun justru menjadi sumber penyebab rasa capek.
Berikut ini, sejumlah penyebab kelelahan dan bagaimana mengakalinya agar Anda tetap bisa menikmati hidup.
Kerja tak kenal istirahat
Terus-menerus mengerjakan sesuatu tanpa istirahat membuat Anda lupa diri. Segala rutinitas yang berkisar dari kegiatan itu ke itu sepanjang waktu akan membuat tubuh bosan dan segera saja menjadi lelah.
Kegiatan rutin 24 jam sehari dalam sepekan penuh dapat menguras emosi dan fisik Anda. Otak juga perlu istirahat. Anda butuh sedikit mind break.
Selingi masa kerja Anda yang berat dengan humor dan bersantai tanpa perlu membuang banyak waktu. Sempatkan mendengarkan musik atau main game ringan. Buat rutinitas Anda lebih berwarna.
Kurang terpapar matahari
Saat intensitas sinar matahari berkurang, tubuh sebenarnya akan disetel untuk istirahat dan tidur. Perasaan depresi, tertekan, marah, terganggu, dan gusar, meningkat saat udara dingin.
Berjalan-jalan 10 menit sehari di bawah sinar matahari saat Anda merasa lelah akan membuat Anda terjaga.
Cahaya matahari mengandung tenaga layaknya kafein yang membuat anak melek. Jika sukar mendapatkan cahaya matahari di musim hujan, duduklah beberapa menit di ruangan berlimpah cahaya lampu.
Jarang menarik napas panjang
Besarnya kadar karbon dioksida dalam darah akan membuat Anda cepat lelah. Kurangnya pasokan oksigen, juga akan memacu detak jantung dan tekanan darah. Inilah yang membuat tubuh Anda tersiksa dan kelelahan.
Akali dengan bernapas lewat diafragma selama beberapa kali sehari.
Caranya, tarik napas lewat perut (bukan tenggorokan) dan lepaskan perlahan. Letakkan tangan di perut dan fokuskan perhatian pada gerakan perut dan dada Anda. Secara otomatis, gerakan ini akan mengembangkan paru-paru dan membuatnya mampu menghirup udara lebih banyak lagi.
Duduk terlalu lama
Duduk terlalu lama dalam satu posisi bisa menyedot energi. Saat duduk, tubuh Anda dipaksa untuk kaku dan menjadi cepat lelah.
Menonton televisi dan duduk di depan komputer terlalu lama juga mengakibatkan kelelahan karena mata jarang berkedip, sehingga mengakibatkan mata perih dan lelah.
Tinggalkan kursi dan komputer Anda dan berjalanlah atau lakukan peregangan. Duduk terlalu lama juga membuat Anda lupa ke belakang. Ini tak baik untuk ginjal Anda.
Jika tak ingin meninggalkan kursi, alihkan pandangan Anda pada sesuatu yang jauh setiap setengah jam.
Kurang tidur
Tubuh Anda memiliki jam biologis yang bergerak teratur. Jika jadwal tidur Anda berantakan, jam biologis ini dengan sendirinya ikut terganggu. Kurang tidur (dan menggantinya di hari berikutnya) akan membuat tubuh tak ubahnya orang yang menderita jetlag.
Meskipun Anda tidur cukup waktu sebagai pengganti jam tidur yang hilang, Anda tetap akan merasa lelah saat terbangun. Untuk menghindarinya, cobalah mengatur waktu tidur dan bangun, disiplin dengan jadwal tersebut.
Jika Anda ingin tidur lebih lama, majukan jam tidur Anda. Bukan memundurkan waktu bangun Anda. Hal ini akan mengurangi rasa lelah yang diakibatkan bangun terlambat.
Dehidrasi ringan
Tanpa disadari, sebagian besar kita menderita dehidrasi tingkat rendah. Saat kehausan orang sudah kehilangan dua hingga tiga persen cairan tubuh.
Meski rendah kadarnya, dehidrasi karena kehausan bisa membuat Anda lelah dan akibatnya tekanan darah akan turun drastis. Pasokan darah ke otak juga akan berkurang dan mengakibatkan jantung Anda bekerja lebih keras.
Untuk mengakalinya mudah saja. Banyak minum air dan dampingi makan Anda dengan minum air putih, bukan teh, kopi, apalagi minuman ringan berkarbonasi.
Memang terdengar klise, namun minum minimal delapan gelas akan menolong Anda. Tambahkan asupan zat cair dengan makan sayur, buah segar, dan makanan berkuah (seperti sup) dalam daftar menu Anda.
Sinar lampu terlalu terang di malam hari
Cahaya lampu yang terlalu terang di malam hari dapat menipu otak dan membuatnya sukar membedakan siang dan malam. Lampu yang terlalu terang dapat mengacaukan jam biologis dan membuat Anda tetap ingin terjaga sepanjang waktu.
Lampu terlalu terang saat Anda tidur juga akan membuat pengeluaran melatonin, hormon pemacu kantuk, menjadi lambat bekerja. Akibatnya, Anda akan terjaga lebih lama dan tubuh menjadi lelah.
Pakailah lampu tidur beberapa saat sebelum Anda benar-benar berangkat tidur untuk menyesuaikan tubuh dan otak dengan suasana lingkungan.
Sarapan dengan kopi dan vitamin
Banyak orang sarapan dengan kopi dan vitamin, dengan alasan agar tetap bugar sepanjang hari. Padahal, vitamin bukanlah sumber energi.
Tidak sarapan malah akan merusak hari Anda karena tak ada kalori yang masuk. Akibatnya, metabolisme akan rendah dan fungsi lainnya juga melambat. Anda akan cepat lelah dan merasa mengantuk.
Tak lapar di pagi hari? Pastilah tadi malam Anda makan terlalu banyak. Mulailah sarapan bergizi dan sehat. Kombinasikan asupan protein dan karbohidrat sebagai sumber energi. Pilihlah bahan makanan dari gandum, biji-bijian, telur, dan produk susu. Protein, yang bertahan lama di dalam perut, akan memberikan cadangan tenaga untuk beraktivitas.
Olahraga berlebihan
Karena ingin cepat-cepat langsing, seseorang memaksakan diri berolah raga terlalu keras. Hingga badannya sakit-sakit dan tak sanggup bangun lagi.
Tubuh perlu waktu untuk memulihkan diri usai berolahraga, untuk mengembalikan simpanan energi dan memperbaiki otot.
Untuk menentukan tubuh Anda sudah terlalu lelah akibat latihan, ukurlah denyut nadi Anda dengan menempelkan jari di pergelangan tangan. Jika pagi setelah latihan detaknya masih terlalu cepat, hari ini Anda harus istirahat dari olahraga.
Berolahraga dengan waktu selang sehari, juga bisa jadi pilihan yang baik. Namun, jangan istirahat lebih dari dua hari, karena bisa membuat Anda jadi malas melanjutkannya.
Badan terlalu berat
Berat badan berlebih akan menyebabkan tubuh mengeluarkan banyak energi untuk bergerak. Semakin berat, semakin banyak energi dipakai, semakin mudah kelelahan. Cara untuk menanggulangi hal ini, Anda harus mengurangi berat badan.
Gaya hidup bermasalah
Saat Anda terus-menerus merasa lelah, gaya hidup Anda pasti bermasalah. Contohnya kebiasaan merokok dan minum alkohol. Untuk mengatasinya tidak ada cara lain selain menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
Perempuan Cepat Lelah
Kelelahan (Fatigue) adalah keluhan yang bisa dialami baik laki-laki maupun perempuan. Namun, pasien perempuan yang mengeluhkan kelelahan lebih banyak dari pasien laki-laki.
Mengapa bisa demikian?
Karena perempuan punya fungsi tubuh lebih spesial dari laki-laki. Perempuan mempunyai tahapan hidup yang lebih rumit, diantaranya mengalami haid, hamil, lalu menyusui sampai akhirnya menopause.
Aktivitas hormon dalam tubuh perempuan berpengaruh pada tingkat energi mereka. Misalnya ketika haid, banyak perempuan yang mengeluh lelah dan cepat marah.
Kelelahan pada perempuan jangan disepelekan. Utamanya jenis kelelahan kronis yang sudah berlangsung lama.
Itu semacam jeritan minta tolong dari tubuh Anda. Jika Anda tak memperhatikan keluhan ini dan tidak mengetahui penyebabnya, mungkin saja Anda sedang menderita sakit.
Beberapa penyakit berhubungan erat dengan kelelahan kronis. Diantaranya seperti: anemia, fibromyalgia, gangguan tiroid, kelainan jantung, kanker atau bahkan juga depresi.
Untuk memastikan apakah kelelahan Anda disebabkan oleh penyakit, Anda harus memeriksakan diri Anda ke dokter.

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home