3.1.23

Konsumsi Serat Agar Makin Sehat

DOKTERINE.INFO - Serat, bukan sesuatu yang asing lagi bagi masyarakat kita dewasa ini. Rasa-rasanya, sebagian besar orang sudah tahu betapa bermanfaatnya serat bagi kesehatan. Serat misalnya diyakini mampu memperlancar buang air besar. Selain itu, serat pun-memudahkan proses penyerapan kolesterol dan kadar gula darah. 

Serat pangan baik untuk kesehatan


Walau bermanfaat, bukan berarti Anda harus mengonsumsi serat sebanyak banyaknya. Konsumsilah serat secara proporsional (seimbang), jangan kurang  atau berlebih.

Mengapa begitu? Asupan serat yang sangat minim, bisa merangsang meningkatnya kolesterol dalam tubuh. Sebab, serat yang bersifat larut mampu mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Selain itu, asupan serat yang kurang juga akan mempersulit buang air besar. Akibatnya, orang yang asupan seratnya kurang cenderung mengejan ketika buang air besar. Dan itu berpotensi menimbulkan ambeien serta perlukaan di sekitar anus sehingga mengeluarkan darah.

Sebaliknya, jika asupan serat ke dalam tubuh berlebihan juga akan menimbulkan akibat buruk seperti kembung, mual, serta diare. 

Selain itu, konsumsi serat yang terlalu banyak juga bisa menimbulkan kejang perut karena gerak peristaltik usus tak mampu mendorong ke bawah. 


Lebih baik yang alami

Untuk memenuhi kebutuhan serat, kini tersedia suplemen serat dengan berbagai macam merek di pasaran. Suplemen serat sebaiknya hanya dijadikan alternatif saja. 

Idealnya, kebutuhan serat untuk tubuh dipenuhi secara alami yaitu dengan mengonsumsi buah atau sayuran. 

Dengan memakan buah dan sayur, bukan hanya kebutuhan serat saja yang terpenuhi, tapi kebutuhan akan vitamin dan mineral pun tercukupi.


Bagaimana dengan anal anak, apakah mereka juga membutuhkan serat? 

Tentu saja anak-anak sangat butuh serat untuk membantu tumbuh kembangnya. Seperti halnya pada orang dewasa, konsumsi serat anak-anak sebaiknya juga proporsional. 

Ketika seorang anak kekurangan serat, orang tua tidak dianjurkan untuk memberinya suplemen serat. Sebab, dosis yang terdapat dalam produk suplemen serat umumnya ditujukan untuk orang dewasa dan terlalu tinggi. 

Hal lain yang harus dijadikan perhatian adalah terjadinya perubahan pola hidup, termasuk pola makan kita. Saat ini masyarakat semakin gandrung pada makanan cepat saji yang sarat akan kandungan lemak. Ini akan mendatangkan pengaruh buruk misalnya memicu penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, kolesterol, dan lainnya.


Label: ,

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home