22.1.20

Cara Mencegah Kanker Leher Rahim

DOKTERINE.INFO - Kanker masih menjadi momok yang menakutkan. Penyakit ganas ini bahkan kerap diibaratkan sebagai lonceng kematian. Walaupun sebenarnya tak selalu demikian. Kanker pun bisa disembuhkan asal ditemukan pada stadium dini. 

Mencegah Kanker Leher Rahim

Di Indonesia sendiri, penyakit kanker dirasakan semakin menonjol dan menjadi salah satu penyebab kematian usia produktif. 

Data dari menunjukkan, jumlah penderita baru kanker semakin hari kian bertambah banyak dengan kanker kelamin wanita menempati tempat teratas. 

Tiga perempat kasus kanker kelamin wanita itu adalah kanker leher rahim yang merupakan penyebab kematian tertinggi kanker kelamin wanita. Fakta ini tentu perlu mendapatkan perhatian, khususnya dari kaum wanita. 

Kanker leher rahim ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal atau tidak lazim di leher rahim. Sebelum akhirnya menjadi kanker, sel tersebut melakukan perubahan yang terkadang tidak dirasakan.

Akibatnya. ketika wanita yang bersangkutan merasakan gejala atau sesuatu yang tak beres, perjalanan penyakit telah lanjut. Pertumbuhan sel yang tidak lazim itu sendiri disebabkan oleh ulah virus Human Papilloma.


Faktor risiko 

Ada sejumlah faktor risiko yang mendorong munculnya kanker leher rahim. Salah satunya, perilaku seksual dengan sejumlah pasangan. 

Mereka itu merupakan golongan wanita paling rentan terjangkit penyakit ini. Selain memang berkaitan dengan higienitas (kebersihan) genital atau alat kelamin mereka.

Selain wanita yang Suka gonta ganti pasangan, wanita yang melangsungkan pernikahan di usia muda dibawah 20 tahun, juga berisiko terserang kanker jenis ini. 

Mengapa? Ini karena pada wanita yang masih muda, sel-sel dalam tubuhnya belum berkembang dengan baik. 

Bisa dibilang, semuanya belum matang termasuk sel-sel di leher rahimnya. Maka, ketika mereka menikah, perkembangan sel itu akan terganggu dan berkembang secara abnormal.

Selain itu, jangan sekali-kali meremehkan dampak negatif rokok. Sebab, nikotin yang terkandung dalam rokok tak hanya merusak paru-paru tapi juga merusak sel-sel rahim. 

Jadi bagi wanita yang masih punya kebiasaan merokok hendaknya segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut. 


Pentingnya deteksi dini

Dari paparan di atas, Anda tentu sudah bisa membaca apakah termasuk dalam kelompok berisiko tinggi atau tidak. 

Untuk wanita yang masuk dalam kelompok risiko tinggi, deteksi dini merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan. 

Deteksi dini merupakan langkah paling efektif untuk mencegah akibat terburuk dari kanker ini. Sebab, banyak wanita yang datang ke dokter saat kanker berada pada tahap lanjut.

Metode deteksi kanker

Upaya deteksi dini bisa dilakukan dengan menggunakan metode pap smear. Metode ini mampu mendeteksi pertumbuhan sel-sel abnormal di leher rahim yang berpotensi menjadi sel sel kanker. 

Semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi maka semakin rendah seseorang akan terserang kanker leher rahim.

Pada pap smear, vagina dibuka dengan alat yang disebut spekulum, lalu contoh sel permukaan leher rahim diambil dan dibawa ke laboratorium patologi untuk dianalisa. 

Pemeriksaan tanpa rasa sakit ini, idealnya dilakukan oleh wanita (yang telah melakukan hubungan seksual) secara teratur, paling tidak setahun sekali. 

Selain metode pap smear, deteksi dini bisa pula dilakukan dengan metode yang disebut IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). 

Metode ini sebenarnya hampir sama dengan pap smear. Hanya saja pada IVA, pendeteksian dilakukan dengan cara melihat leher rahim kemudian diulas atau dilap menggunakan asam asetat. Setelah itu, baru dapat diketahui apakah wanita yang bersangkutan menderita kanker leher rahim atau tidak, melalui tanda bercak putih pada leher rahim. 

Jika pada pemeriksaan ini ditemukan adanya ketidakberesan pada leher rahim, tentu saja langkah langkah medis perlu segera dilakukan. Jika masih berada pada tahap pra kanker, bisa dilakukan pembakaran dengan menggunakan gas beku yang sering disebut dengan cryo atau kreoterapi. 

Setelah menjalani pengobatan dan sembuh, disarankan untuk terus kontrol secara teratur. Tujuannya, mencegah kekambuhan dan mewaspadai Kalau sel-sel abnormal dalam leher rahim berkembang menjadi kanker. 


Langkah pengobatan

Sayangnya, kata Laila, kebanyakan wanita baru mengetahui dirinya terserang kanker leher rahim setelah penyakit itu berada pada stadium lebih tinggi dari pra kanker. 

Pada tahap pra kanker dan kanker leher rahim dini memang tidak muncul gejala apapun. Sedangkan pada kanker leher rahim yang agak lanjut biasanya berkembang selama 1-2 tahun muncul gejala berupa perdarahan sentuh, spontan, ataupun keputihan yang berbau busuk.

Pada stadium ini, penderita perlu cepat mendapatkan pengobatan karena jika tidak, kanker itu akan menyebar ke berbagai organ lainnya. 

Penyebaran dapat terjadi pada kandung kemih, anus, ataupun paru. Sudah pasti, sebaran kanker ini. akan mengganggu organ tersebut.

Pengobatan kanker leher rahim dapat dilakukan dengan sejumlah cara. Salah satunya lewat pembedahan atau operasi terhadap daerah yang terkena kanker. 

Jika cara ini tak membuahkan hasil, maka radiasi dapat menjadi pilihan lain untuk menghilangkan kanker itu. Atau, bisa juga dilakukan kombinasi dari kedua cara itu. 

Akan lebih baik wanita sejak dini melakukan langkah pencegahan. 

Setidaknya, ada tiga langkah pencegahan kanker leher rahim. 

Pertama, pencegahan primer yang merupakan langkah untuk menghindari faktor risiko terjadinya kanker leher rahim. 

Kedua, pencegahan Sekunder dengan melakukan deteksi dini. Terakhir adalah pencegahan tersier yaitu melakukan pengobatan jika kanker telah berkembang ke stadium lebih lanjut.


Label: , , ,

20.1.20

Jangan Anggap Enteng Kelelahan

kelelahan

Jangan sepelekan keletihan yang kerap mendera. Siapa tahu itu sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome - CFS). 

CFS adalah kondisi ketika penderitanya mengalami rasa lelah yang parah, yang membuatnya tak mampu melakukan aktivitas normal seperti bekerja beraktivitas sosial. CFS bahkan melumpuhkan kemampuan orang untuk rekreasi sekalipun. 

Repotnya, gejala ini tak mungkin hilang hanya dengan beristirahat. Penderita CFS biasanya menderita sulit tidur, penurunan daya ingat dan konsentrasi, demam, sakit kepala, pegal-pegal dan linu, sakit di tenggorokan, dan timbulnya benjolan di ketiak dan leher. Aktivitas normal dan sinar yang terlalu terang bisa memperburuk kondisi penderitanya.

Karena gejala yang tersamar itu, banyak penderita tak mengerti penyakit yang tengah ia derita. Banyak orang menganggap CFS hanya pertanda awal depresi dan gejala ini hanya pengaruh dari beban pikiran. Apalagi banyak penyakit yang mulanya ditandai dengan rasa letih berkepanjangan. 

Namun, kini banyak pakar bersepakat bahwa CFS adalah penyakit fisik dengan gejala fisik pula. Jadi bukan sekadar pengaruh psikologis yang membebani fisik.

CFS hanya bisa didiagnosis bila dokter tidak menemukan hubungan kelelahan dengan kemungkinan penyakit lain. Sayangnya, hingga kini belum ada tes rontgen atau uji laboratorium untuk mendiagnosis penyakit ini. 

Meski sangat menyiksa dan menghambat aktivitas penderita selama bertahun-tahun, untunglah CFS dapat sembuh dengan sendirinya. CFS yang parah bisa disembuhkan dengan pengobatan.

CFS sendiri umumnya menyerang satu dari seribu orang dewasa tanpa kenal usia. Namun, pada kebanyakan kasus, perempuan setengah baya lebih mudah terserang CFS. Gejala ini juga bisa muncul di kalangan remaja dan anak-anak, meski kasus ini jarang ditemukan pada anak di bawah lima tahun.

Remaja penderita CFS biasanya mengalami masalah konsentrasi dalam mengikuti pelajaran. Penderita juga terpaksa sering absen dari sekolah karena kerap menderita sakit. Selain itu, remaja penderita CFS juga tak punya energi untuk berolahraga dan beraktivitas berat. 

Kadang-kadang muncul pula perasaan tersisih dari teman sebayanya, juga rasa tertekan. Remaja penderita CFS biasanya juga memiliki tekanan darah yang rendah, keluhan pusing, dan sakit perut. 

Tak seperti penderita yang berusia paruh baya, pada remaja CFS lebih mudah sembuh. Sayangnya, pada remaja keluhan CFS juga lebih mudah terjadi kembali ketimbang pada orang dewasa. Toh jika cepat diobati, CFS umumnya tak akan kembali menyerang penderita remaja.

Label: ,