Jangan Anggap Enteng Kelelahan
Jangan sepelekan keletihan yang kerap mendera. Siapa tahu itu sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome - CFS).
CFS adalah kondisi ketika penderitanya mengalami rasa lelah yang parah, yang membuatnya tak mampu melakukan aktivitas normal seperti bekerja beraktivitas sosial. CFS bahkan melumpuhkan kemampuan orang untuk rekreasi sekalipun.
Repotnya, gejala ini tak mungkin hilang hanya dengan beristirahat. Penderita CFS biasanya menderita sulit tidur, penurunan daya ingat dan konsentrasi, demam, sakit kepala, pegal-pegal dan linu, sakit di tenggorokan, dan timbulnya benjolan di ketiak dan leher. Aktivitas normal dan sinar yang terlalu terang bisa memperburuk kondisi penderitanya.
Karena gejala yang tersamar itu, banyak penderita tak mengerti penyakit yang tengah ia derita. Banyak orang menganggap CFS hanya pertanda awal depresi dan gejala ini hanya pengaruh dari beban pikiran. Apalagi banyak penyakit yang mulanya ditandai dengan rasa letih berkepanjangan.
Karena gejala yang tersamar itu, banyak penderita tak mengerti penyakit yang tengah ia derita. Banyak orang menganggap CFS hanya pertanda awal depresi dan gejala ini hanya pengaruh dari beban pikiran. Apalagi banyak penyakit yang mulanya ditandai dengan rasa letih berkepanjangan.
Namun, kini banyak pakar bersepakat bahwa CFS adalah penyakit fisik dengan gejala fisik pula. Jadi bukan sekadar pengaruh psikologis yang membebani fisik.
CFS hanya bisa didiagnosis bila dokter tidak menemukan hubungan kelelahan dengan kemungkinan penyakit lain. Sayangnya, hingga kini belum ada tes rontgen atau uji laboratorium untuk mendiagnosis penyakit ini.
CFS hanya bisa didiagnosis bila dokter tidak menemukan hubungan kelelahan dengan kemungkinan penyakit lain. Sayangnya, hingga kini belum ada tes rontgen atau uji laboratorium untuk mendiagnosis penyakit ini.
Meski sangat menyiksa dan menghambat aktivitas penderita selama bertahun-tahun, untunglah CFS dapat sembuh dengan sendirinya. CFS yang parah bisa disembuhkan dengan pengobatan.
CFS sendiri umumnya menyerang satu dari seribu orang dewasa tanpa kenal usia. Namun, pada kebanyakan kasus, perempuan setengah baya lebih mudah terserang CFS. Gejala ini juga bisa muncul di kalangan remaja dan anak-anak, meski kasus ini jarang ditemukan pada anak di bawah lima tahun.
Remaja penderita CFS biasanya mengalami masalah konsentrasi dalam mengikuti pelajaran. Penderita juga terpaksa sering absen dari sekolah karena kerap menderita sakit. Selain itu, remaja penderita CFS juga tak punya energi untuk berolahraga dan beraktivitas berat.
CFS sendiri umumnya menyerang satu dari seribu orang dewasa tanpa kenal usia. Namun, pada kebanyakan kasus, perempuan setengah baya lebih mudah terserang CFS. Gejala ini juga bisa muncul di kalangan remaja dan anak-anak, meski kasus ini jarang ditemukan pada anak di bawah lima tahun.
Remaja penderita CFS biasanya mengalami masalah konsentrasi dalam mengikuti pelajaran. Penderita juga terpaksa sering absen dari sekolah karena kerap menderita sakit. Selain itu, remaja penderita CFS juga tak punya energi untuk berolahraga dan beraktivitas berat.
Kadang-kadang muncul pula perasaan tersisih dari teman sebayanya, juga rasa tertekan. Remaja penderita CFS biasanya juga memiliki tekanan darah yang rendah, keluhan pusing, dan sakit perut.
Tak seperti penderita yang berusia paruh baya, pada remaja CFS lebih mudah sembuh. Sayangnya, pada remaja keluhan CFS juga lebih mudah terjadi kembali ketimbang pada orang dewasa. Toh jika cepat diobati, CFS umumnya tak akan kembali menyerang penderita remaja.

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home