22.12.19

Mencegah Penuaan Dini

Menjadi tua adalah hal lumrah dan alamiah. Artinya, Anda yang telah berusia kepala empat tak perlu risau jika kulit mulai terasa kering, muncul kerut-kerut di sekitar mata, atau beruban. Yang menjadi masalah adalah, jika penuaan itu datang terlalu cepat (dini). 

Mencegah Penuaan Dini

Siapa pun, terlebih-lebih kaum wanita, tentu tak mau mengalami penuaan dini itu. Nah, di sinilah pentingnya langkah pencegahan. 

Tapi sebelum sampai pada trik pencegahan itu, tak ada salahnya Anda pahami dulu bagaimana proses penuaan itu berlangsung. 


Tanda-tanda penuaan 

Proses penuaan, secara fisik umumnya ditandai dengan: 

  • Mengendurnya otot-otot tubuh. 
  • Tulang-tulang tubuh mulai mengalami proses pengapuran. 
  • Kulit tubuh pun mulai mengendur. Akibatnya, kerutan-kerutan muncul di sekujur tubuh terutama di sekitar mata. 
  • Rambut kepala mulai menipis. 
  • Warna rambut pun ikut berubah menjadi putih. 

Proses penuaan ditandai pula oleh terjadinya penurunan fungsi anggota tubuh. Fungsi jantung misalnya, mulai berkurang sehingga. tak lagi efektif memompa darah. 

Akibatnya, tubuh cepat mengalami kelelahan ketika melakukan aktivitas seperti menaiki tangga atau berolahraga. 

Organ liver (hati) juga tak lagi berfungsi dengan baik dalam menyaring darah kotor. Sementara otak 'menciut' sehingga mulai sering lupa mengingat sesuatu dan akhirnya pikun. 

Tak cuma tanda-tanda fisik, proses penuaan juga dibarengi oleh tanda-tanda non fisik. Mental function mengalami gangguan. Akibatnya orang gampang sekali emosi, stres, dan marah-marah.

Jika tanda-tanda penuaan itu sudah muncul padahal usia Anda masih di bawah 40 tahun, maka Anda mengalami penuaan dini.


Mencegah penuaan

Agar Anda tak sampai mengalami penuaan dini, lakukan pencegahan sedini mungkin. 

Pola makan teratur merupakan salah satu cara mencegah proses penuaan dini. 

Biasakan memiliki pola makan teratur dengan makanan yang alami. Makanan yang dikonsumsi harus benar-benar bebas dari zat-zat kimia seperti pestisida, pengawet, dan pewarna. Zat-zat tersebut dapat merusak sel-sel tubuh yang akhirnya mempercepat proses penuaan itu sendiri. 

Disarankan pula untuk tidak mengonsumsi makanan-makanan cepat saji (fast food). 

Makanan dalam kemasan kaleng sebaiknya juga dihindari. Begitu pun dengan pemakaian minyak goreng, usahakan seminimal mungkin. Karena itulah, konsumsi sayur dan buah-buahan segar sangat dianjurkan. 

Minum air putih sebanyak mungkin juga sangat disarankan. 

Air putih, kata Bertha, dapat meminimalisir racun-racun dalam tubuh dengan cara mengeluarkan racun tersebut melalui keringat dan air seni. 

Praktik berpuasa.

Selain banyak minum air putih, puasa juga dapat menghilangkan racun yang terdapat dalam tubuh. Fasting (berpuasa) merupakan salah satu cara detoksifikasi.


Perlu pula diketahui, proses penuaan semakin cepat terjadi pada lingkungan yang berpolusi tinggi. 

Asap rokok, kendaraan, dan pabrik memiliki partikel radikal bebas yang dapat merusak sel-sel hidup dan DNA. 

Akibatnya, metabolisme, pembuluh darah, sel jaringan, dan organ tubuh terganggu. Akibat berikutnya muncullah jerawat, flek, keriput, dan kusam pada wajah. 

Radikal bebas, juga terdapat pada minuman keras. Partikel labil ini terdapat pula pada makanan-makanan yang mengandung zat kimia seperti pestisida, pengawet, pewarna, dan penyedap (vetsin). Sinar ultraviolet juga dapat menghasilkan radikal bebas.


Untuk mencegah penuaan dini, salah satu hal yang juga perlu dilakukan adalah berolahraga secara teratur. 

Olahraga ringan seperti jogging, lari, bersepeda, dan renang dapat memacu jantung sehingga memperlancar peredaran darah. 


Penuaan dini juga bisa dicegah dengan pemberian makanan suplemen seperti vitamin dan zat-zat berserat. 

Serat, yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia ini, dapat membantu proses pencernaan yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh. 

Sementara untuk menjaga kekenyalan kulit dapat dibantu dengan pemberian suplemen antioksidan yang cukup.

Selain itu, pemakaian kosmetik juga dapat membantu mencegah proses penuaan dini. Pilih kosmetik yang mempunyai kandungan zat-zat anti penuaan atau yang berbahan dasar alami.


Hal yang tidak kalah penting dalam pencegahan penuaan dini adalah istirahat yang cukup. Begitu pun dengan pola pikir yang positif dan rileks. Emosi yang tidak stabil dapat meningkatkan tekanan darah dan mempersempit pembuluh darah. Jika ini terjadi, pasokan oksigen ke dalam tubuh pun menjadi berkurang sehingga metabolisme tubuh terganggu. 


Label: ,

17.12.19

Bijak Menghadapi Gempuran Makanan Suplemen

makanan sehat lebih baik dari suplemen

Sebagai manusia dengan aktivitas yang padat kita sering menyandarkan pemeliharaan kesehatannya pada vitamin.

Jika tak sempat olahraga, maka cara pintas termudah untuk menjaga kebugaran tubuh yaitu dengan teratur minum suplemen. 

Berbagai macam vitamin diminum dengan harapan agar tubuh tak gampang lelah karena sekian banyak kegiatan yang harus dilakoni seharian. 

Tak sedikit memang, orang yang bersandar pada vitamin atau suplemen. Kehidupan yang serba instan dan cepat membuat orang menginginkan hal yang serba praktis, termasuk dalam soal makanan. 

Jika dulu orang harus makan sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan beragam vitamin, kini orang cukup meminum suplemen yang bisa menggantikan kebutuhan itu. 

Sedemikian pentingkah suplemen dan vitamin hingga banyak yang seakan tak bisa hidup tanpa menggunakannya? 

Gaya hidup tergantung suplemen itu disebabkan orang masa kini yang terbiasa dengan hal-hal yang serba instan. Tak sempat makan sayur dan buah, lalu minum suplemen dan vitamin saja untuk menggantikan unsur yang tidak terpenuhi.

Ada anggapan yang seolah menjadi satu kebenaran bahwa sekarang ini harus rajin minum vitamin agar tubuh tetap bugar. 

Apalagi, propaganda media yang terus menerus mempengaruhi konsumen bahwa hidup yang sehat di masa kini adalah hidup dengan asupan vitamin tambahan. 

Lihat saja iklan yang muncul di televisi, lama kelamaan orang akan beranggapan, oh ya, saya harus minum vitamin itu biar selalu sehat seperti selebriti anu.

Padahal, suplemen hanya dibutuhkan bila kecukupan zat gizi yang dibutuhkan tak memenuhi syarat. 

Itu terjadi bila pola makan dan gaya hidup tak memenuhi syarat gizi seimbang, atau orang dalam kebutuhan khusus seperti ibu hamil dan menyusui, olahragawan, orang lanjut usia, dan sedang dalam masa penyembuhan.

Orang sekarang kan cenderung malas makan sayur dan buah murni, maunya yang serba instan, tinggal tuang dan telan. 

Jika kebutuhan gizi sudah terpenuhi, sebenarnya asupan vitamin dan suplemen dalam bentuk instan tak diperlukan lagi. Jika memaksakan, bisa terjadi overvitaminosis.

Repotnya, informasi yang tak terbendung tentang perlunya minum vitamin membuat orang tak lagi hati-hati memilih mana vitamin yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Celakanya lagi, tak sedikit konsumen yang tak paham apa saja kandungan dalam suplemen yang diasuhnya.

Apalagi jika suplemen merupakan produk luar negeri. Jika pramuniaganya lihai merayu konsumen, pasti terjerat tanpa tahu apa saja kandungan dan manfaatnya.

Belum lagi banyak juga orang yang percaya bahwa suplemen impor lebih baik dari vitamin lokal. Sehingga rela mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk membelinya.

Kalangan menengah atas memang menjadi pasar potensial produk vitamin dan makanan suplemen dari luar. 

Padahal suplemen semahal itu, bila dipindahkan menjadi makanan sehat akan mampu mencukupi kebutuhan banyak orang. 

Tapi itulah, namanya juga gaya hidup, jadi berapa pun harga yang harus dibayar orang tetap akan memilihnya.

Hal yang sama juga berlaku pada ketakutan akan radikal bebas di lingkungan yang makin tercemar ini. Antioksidan, zat yang bekerja sebagai anti dari zat oksidan, yaitu radikal bebas yang merusak pembentukan protein, lemak, karbohidrat, dan DNA yang penting bagi tubuh, bisa didapat dari makanan semisal jambu klutuk yang paling kaya vitamin C, dan makanan dari kecambah dan kedelai seperti tempe, toge, dan tahu. 

Jika terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, bermacam-macam vitamin tak lagi diperlukan.

Walhasil, gempuran makanan suplemen yang disodorkan produsen sebaiknya disikapi dengan bijak. Kita sendiri yang tahu apa yang dibutuhkan tubuh. Jika tak ingin menghadapi ketakutan karena efek penuaan yang bakal datang, orang harus mencoba hidup sabar dan menerima apa adanya. 


Label: , ,