21.1.22

Payudara yang Cantik adalah Payudara yang Sehat

Payudara yang Cantik adalah Payudara yang Sehat

dokterine.info - Banyak wanita mendambakan bentuk payudara yang cantik dan ideal. Untuk itu, mereka rela mengorbankan waktu dan dana untuk melakukan terapi atau perawatan payudara. Bahkan yang paling ekstrem, ada juga wanita yang enggan menyusui anaknya karena takut bentuk payudaranya menjadi rusak.

Begitulah, banyak wanita yang merasa tidak percaya diri hanya karena merasa ada yang “salah” dengan bentuk payudaranya. Mereka merasa, payudaranya tidak cantik. 

Tapi, seperti apakah payudara cantik itu? Benarkah payudara cantik adalah yang berukuran besar? 

Memang, banyak orang mengidentikkan payudara berukuran besar sebagai payudara yang cantik. Tapi ini dibantah keras para ahli. 

Payudara kecil pun bisa menarik dan untuk bisa menerima ini, kita harus menyukai diri kita sendiri terlebih dahulu.


Cantik dan sehat

Bicara mengenai payudara, itu tergantung pada citra diri setiap orang mengenai cantik. Prinsip utama yang harus dipegang adalah sehat. Sebab, payudara yang cantik belum tentu sehat.

Setiap payudara memiliki 1 lobus yang terdiri dari beberapa lobus dan terbagi-bagi menjadi kelenjar susu. Seluruhnya dihubungkan dengan saluran (duktus), yang akan mengalirkan susu ke puting payudara. 

Selain pembuluh darah, terdapat pembuluh getah bening (limfa yang mengalirkan cairan limfa ke kelenjar limfa di ketiak, leher, dan dada. Otot tidak terdapat di dalam payudara, tetapi berada di bawahnya menutupi tulang rusuk. 


Dari sisi kedokteran, payudara yang baik adalah yang bebas dari penyakit. Sementara besar kecilnya payudara ditentukan oleh faktor genetis. 

Tapi baik besar atau kecil tidak menentukan seseorang menjadi lebih berisiko terhadap kanker payudara atau tidak. Juga, tidak berarti payudara kecil akan memproduksi ASI lebih sedikit. 

Saat ini, ada anggapan bahwa payudara bisa diperbesar melalui konsumsi makanan tertentu atau memasukkan zat tertentu ke dalam tubuh. Dalam hal ini perlu diingat, ukuran payudara tidak dipengaruhi oleh makanan. 

Bisa berubah seperti halnya bentuk tubuh, bentuk payudara pun bisa berubah. In bisa terjadi jika ada perubahan berat badan yang signifikan, misalnya mengalami kenaikan berat badan.


Bagaimana dengan penggunaan kolagen atau suntik silikon yang konon bisa memperindah bentuk payudara? 

Kolagen dan suntik Silikon memang bisa mengencangkan payudara. Dan sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan antara kolagen dengan kanker. 

Hanya saja, ia tidak merekomendasikan pemakaian produk ini. Menurutnya, payudara seseorang akan membesar sewaktu hamil dan mencapai ukuran terbesar ketika harus menyusui. 

Karena itu, ukuran dan bentuknya harus dijaga dengan baik. Setelah tidak menyusui lagi, payudara akan mengerut dan kembali ke bentuk semula. 

Bagi banyak perempuan bekerja, menyusui kadang kala memang terasa merepotkan. Tapi kerepotan itu mestinya tak sampai memupus semangat sang ibu untuk memberikan ASI pada si kecil. 

Lagi pula bagi ibu, menyusui juga punya banyak manfaat. Salah satunya, bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara. 


Yang tak kalah pentingnya adalah pemakaian bra dan busa penyangga. Bentuk bra macam apa pun dinilai tidak akan menyebabkan kanker. Hanya perlu diingat agar tidak menggunakan bra yang terlalu ketat. 

Bra yang terlalu ketat membuat payudara berada dalam keadaan teremas kuat. Keadaan demikian dalam jangka waktu lama bisa mengundang potensi kanker. 


Bagaimana dengan penggunaan produk dari masker hingga pil untuk mengencangkan dan membesarkan ukuran payudara? 

Tentang hal ini, sebaiknya para wanita untuk lebih berhati-hati karena iklan kadang kala menyesatkan. 

Akan lebih baik jika Anda melakukan olahraga khusus untuk payudara agar kekencangan otot-otot dinding dada terjaga. Selain itu, jangan lupa memelihara kebersihan payudara.




Label: ,