21.10.21

Cegah Katarak dengan Gizi Seimbang

Cegah Katarak dengan Gizi Seimbang

Sayuran dan buah-buahan banyak mengandung zat yang mampu menjaga kesehatan mata. Zat apa sajakah itu? 

Katarak. Penyakit mata yang satu ini tergolong populer dibanding jenis penyakit mata lainnya. Coba tengok di sekitar kita, rasanya banyak sekali orang yang menderita penyakit ini. 


Tapi tahukah Anda, apa sebetulnya katarak? 

Katarak adalah suatu penyakit degeneratif (penuaan) di mana lensa kristalin bola mata yang seharusnya jernih menjadi keruh sehingga mengganggu penglihatan dan akhirnya bisa mengakibatkan kebutaan. 

Umumnya katarak memang menyerang para lansia (lanjut usia). Tapi di Indonesia katarak justru banyak menyerang usia produktif yaitu antara 40 hingga 55 tahun. Berbeda dengan di AS, katarak kebanyakan menyerang usia lanjut.

Tak cuma usia produktif, katarak juga bisa menyerang kelompok usia yang lebih muda. Tidak menutup kemungkinan katarak ini juga menyerang usia antara 15 sampai 20 tahun. 

Selain faktor usia, penyakit katarak juga bisa diperburuk oleh penyakit yang diderita pasien misalnya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus, dan asam urat. 

Jika tidak segera mendapatkan penanganan secara tepat akan membahayakan.

Mengenai banyaknya kelompok usia muda di Indonesia yang terserang katarak, beberapa hal yang menjadi penyebabnya. 

Antara lain, letak Indonesia yang berada di daerah tropis. Hidup di daerah tropis yang kaya sinar matahari membuat mata berpotensi terpapar radiasi sinar ultraviolet. 

Karena itu, saat Anda ke luar rumah pada siang hari, usahakan memakai pelindung. Pelindung yang dimaksud adalah sesuatu yang bisa melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet misalnya payung, topi, atau kacamata hitam. 


Selain itu, faktor gizi juga sangat mempengaruhi munculnya katarak. Disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. 

Pada makanan dengan gizi seimbang inilah terkandung zat-zat yang mampu memberikan perlindungan optimal pada mata. Zat ini antara lain terdapat pada sayur-sayuran, dan buah-buahan. 

Di dalam jaringan sayur-sayuran dan buah-buahan terkandung zat pigmen yang disebut karotenoid. Pada tubuh kita, karotenoid digunakan untuk mempertahankan fungsi penglihatan dan kemampuan mempertahankan jaringan-jaringan mata.

Selain ketersediaan bahan makanan bergizi seimbang itu, perlu diperhatikan cara memasak makanan itu agar tersaji dalam kondisi yang terbaik. 

Artinya cara memasak harus diubah agar bisa memberikan konsentrasi vitamin maupun karotenoid yang terbaik dalam memberikan perlindungan pada mata.

Cara menghidangkan makanan pun perlu diperhatikan. Makanan sebaiknya dihidangkan dalam bentuk yang segar.

Jika karena sesuatu hal makanan bergizi seimbang itu tak bisa terhidang di meja makan, barulah Anda boleh mempertimbangkan suplemen vitamin. Pilihlah vitamin yang bersifat antioksidan seperti vitamin A, C dan E.


Selama ini, kebanyakan orang menang tidak mengetahui bahwa katarak berkaitan erat dengan masalah gizi. 

Orang umumnya menganggap katarak sebagai masalah infeksi atau kelainan akibat pemakaian kacamata. Jarang yang mengaitkan dengan kekurangan gizi.

Nah, bagaimana dengan Anda sendiri, sudahkah terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seimbang? Jika sudah, bersyukurlah. 

Tapi jika belum, usahakanlah, apalagi buat anak-anak Anda. Usia anak-anak adalah periode paling penting dalam perkembangan mata, dan ini sangat menentukan kemampuan mata untuk melihat di waktu-waktu selanjutnya. 


Bagaimana jika katarak terlanjur menyerang? 

Tak ada cara lain untuk menyembuhkannya selain dengan cara operasi. Dalam operasi katarak, lensa bola mata yang telah keruh itu diangkat lalu diganti dengan lensa baru yang disebut lensa tanam. 

Memang, tak sedikit orang yang merasa takut mendengar kata 'operasi’. Apalagi, operasi katarak termasuk operasi besar. 

Walau begitu, para penderita katarak semestinya tidak perlu takut. Sebab tingkat keberhasilan operasi katarak yang selama hi dijalankan di atas 95 persen. Bahkan jika pasien tidak mempunyai masalah syaraf maka kemungkinan penyembuhannya mencapai 100 persen.


Foto: freepik


Label: , ,