20.9.21

Meningkatkan Kualitas ASI

Meningkatkan Kualitas ASI

Air Susu Ibu (ASI) sejak lama terbukti memiliki manfaat yang tak terkalahkan sebagai sumber gizi bagi bayi. Berbagai riset membuktikan, terdapat perbedaan yang signifikan pada bayi yang mengonsumsi ASI dengan bayi yang tidak mengonsumsi ASI. 


Bayi yang mendapatkan ASI sampai usia dua tahun memiliki perkembangan mental dan kecerdasan jauh lebih tinggi dibanding bayi yang mengonsumsi susu formula. 

Bagaimanapun anak yang minum susu ibunya jauh lebih cerdas dibanding anak yang dulu minum susu sapi atau susu formula. 

Lebih jauh lagi, bayi yang dulu minum susu ibu itu terbukti tumbuh berkembang menjadi anak yang tidak nakal. Tidak ada gejolak emosional berarti dengan orang tuanya.


Ada dua kandungan zat penting dalam ASI yakni asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam arakidonat (ARA). 

Dua zat ini berperan sangat penting dalam pertumbuhan jaringan mata sehingga memungkinkan si anak memiliki ketajaman penglihatan yang baik. 

Perkembangan saraf dan pertumbuhan somatik (mental dan kesadaran) si anak pun akan lebih baik dan ini berkorelasi langsung dengan capaian tingkat kecerdasan. 

Kedua zat inilah yang membedakan ASI dengan susu formula maupun susu perah dari binatang ternak seperti sapi maupun kambing Etawa.

Susu kambing Etawa lewat sejumlah penelitian diyakini memiliki kandungan protein yang jumlahnya mendekati ASI. 

Selain itu, susu kambing Etawa juga memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dari susu sapi sehingga relatif aman dikonsumsi oleh bayi dengan gangguan asma.

DHA dan ARA tergolong sebagai asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang dalam istilah kimianya disebut Long Chain Polyunsaturated Fatty Acids (LCPUFA).

Karena itu, para ibu yang berencana hamil, tengah mengandung atau menyusui, disarankan banyak mengonsumsi bahan makanan yang mengandung DHA dan ARA. Dengan cara ini, kualitas ASI mereka akan lebih baik. 

Bahan pangan apa sajakah yang banyak mengandung kedua zat ini? Ternyata tidak sulit dicari dan banyak tersedia di sekitar kita. 

Bahan pangan yang kaya akan DHA dan ARA diantaranya telur, dan ikan laut, juga ganggang/alga dan rumput laut. Tumbuhan bersel satu seperti ganggang juga kaya akan kandungan DHA dan ARA.

Hanya saja, untuk memboyong ganggang ke meja makan Anda tentu jauh lebih repot. Agar mudah bisa didapat dari sumber makanan nabati seperti biji-bijian, misalnya kacang walnut, flaxseed dan chia seed. Juga dari sayuran hijau seperti kale dan bayam.

Hanya saja kandungan DHA dari sumber nabati tidak sebanyak yang ada pada ikan-ikan laut. Jika memilih untuk mengambil manfaat dari ikan laut, harus dipertimbangkan akan kemungkinan ikan-ikan itu terkontaminasi logam berat seperti merkuri dan dioksin. 

Kedua zat itu umum ditemukan sebagai pencemar yang banyak ditemukan dalam makanan laut. Keduanya sangat berbahaya bagi tubuh ibu dan janin. 


Jadi pastikan ibu hamil dan menyusui mendapatkan asupan harian makanan yang bergizi dan berkualitas. Agar bayi dan anak dapat tumbuh dan berkembang sehat jiwa dan raga.


Foto: pexels


Label: , ,