Apa yang harus Dilakukan Jika Mengalami Gagal Ginjal
Berdasarkan waktu terjadinya, gagal ginjal dibedakan atas gagal ginjal kronik dan gagal ginjal akut.
Gagal ginjal kronik merupakan penurunan fungsi ginjal yang terjadi menahun, disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal, bersifat progresif dan tidak dapat pulih kembali.
Sementara gagal ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi mendadak. Biasanya fungsi ginjal dapat pulih kembali.
Di samping gagal ginjal akut dan kronik, terdapat pula keadaan lain yang disebut acute on chronic renal failure. Yakni penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak pada pasien yang sudah mengalami gagal ginjal kronik.
Penyakit ginjal kronik dapat berkembang menjadi penyakit ginjal tahap akhir. Jika ini terjadi maka penderita membutuhkan terapi berupa cuci darah atau transplantasi ginjal.
Dibanding cuci darah, transplantasi ginjal kerap dinilai sebagai cara penanganan ideal bagi penderita gagal| ginjal tahap akhir. Transplantasi biasanya dilakukan sekali, sebaliknya cuci darah harus dilakukan seumur hidup.
Ditambah lagi, kualitas hidup pasien yang mendapatkan transplantasi ginjal cenderung lebih baik ketimbang pasien yang menjalani cuci darah.
Selain itu, pasien yang menjalani cuci darah juga memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap alat medik, sementara pasien transplantasi ginjal sebaliknya.
Di Indonesia, operasi transplantasi ginjal sudah mulai dilakukan sejak tahun 1977. Pertama kali dilakukan di Jakarta dengan jumlah pasien hanya dua orang.
Proses transplantasi ginjal kerap tersandung pada minimnya ketersediaan donor. Karena itulah, banyak pasien gagal ginjal yang secara ekonomi mampu, memilih menjalani transplantasi ginjal di luar negeri sekaligus untuk mendapatkan donor.
Operasi transplantasi ginjal biasanya diprioritaskan berasal dari donor hidup.
Memang bisa dilakukan transplantasi dari donor yang sudah meninggal, tapi organ tubuhnya dinyatakan masih baik. Ini disebut donor kadaver.
Donor kadaver diambil dari orang yang meninggal dengan dinyatakan mati otak oleh dokter, di mana ginjalnya masih dalam keadaan baik.
Untuk memindahkan ginjal dari donor meninggal ke pasien membutuhkan waktu. Bisa 12-60 jam tergantung lokasi pasien dan donor. Hal ini bisa menurunkan kualitas ginjal.
Siapa pun bisa menjadi donor bagi pasien gagal ginjal. Yang penting golongan darahnya sama.
Sebelum operasi, darah donor dan pasien gagal ginjal akan dicampur untuk melihat ada tidaknya reaksi. Apabila reaksinya minim, berarti tidak ada masalah.
Syarat lainnya, ginjal donor harus dalam keadaan baik. Donor juga harus dalam keadaan sehat atau tidak memiliki penyakit yang membahayakan.
Sayangnya, biaya untuk transplantasi ginjal masih tergolong mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Karenanya menjaga agar ginjal selalu sehat adalah pilihan yang paling mudah dan murah.
