Sehat, Syarat Utama Untuk Tampil Cantik
Tak cuma paras elok, kecantikan seseorang juga sangat tergantung pada faktor kesehatan, baik fisik maupun mental.
Cantik itu sehat. Orang yang bertubuh molek pun jika tidak sehat tidak akan terlihat cantik. Sebaliknya orang yang memiliki cacat tubuh bisa juga dibilang cantik jika sehat.
Sehat tidak terbatas pada kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Pastinya orang tidak akan betah berlama-lama dengan si molek kalau perilakunya kasar.
Sebaliknya perempuan yang memiliki kepribadian yang baik bisa memikat orang tanpa harus memiliki paras menawan.
Logika itu diperjelas dengan kasus penyandang cacat yang tetap bisa menikah dan hidup berbahagia dengan pasangannya.
Perempuan yang lengannya tidak sempurna, bibirnya sumbing, atau cacat lainnya banyak yang kita jumpai memiliki kekasih, menikah, dan bahagia.
Itu membuktikan dia tetap bisa memikat lawan jenisnya dengan kecantikan mentalnya.
Cantik secara mental bisa diperoleh dengan mengamalkan ajaran agama dan nilai-nilai kebaikan yang berlaku umum di masyarakat.
Tubuh yang kurang ideal seperti terlalu gemuk, terlalu kurus, bahkan cacat sekalipun mestinya tidak membuat perempuan merasa minder.
Untuk mengembangkan diri, para wanita ini bisa mengambil berbagai kursus kepribadian yang kini banyak tersedia. Mereka yang memiliki bentuk fisik kurang sempurna, harus memiliki sikap mental yang positif.
Bergaullah dengan orang-orang yang tidak mengkultuskan kecantikan fisik. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri, eksplorasi diri adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.
Dengan mengoptimalkan potensi diri, baik berupa bakat maupun keahlian, tiap manusia bisa memiliki keunggulan pribadi. Keunggulan inilah yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Bukankah banyak orang yang berhasil bukan karena fisiknya? Ini bisa memotivasi diri untuk berbuat hal serupa.
Utamakan kebersihan
Selain memupuk kecantikan mental, sudah selayaknya jika kaum perempuan juga memperhatikan kecantikan fisik.
Hal yang paling penting dalam merawat kecantikan fisik adalah menjaga kebersihan. Dari sinilah segalanya berawal.
Mulai dari sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan, cuci muka dua kali sehari, sampai kebersihan organ yang paling pribadi.
Kebersihan akan membuat kita merasa nyaman. Begitu pula saat berinteraksi dengan orang lain. Kalau lagi ngobrol tau-tau bau mulut atau bau badan kita mengganggu si lawan bicara, kan berabe.
Soal kosmetik, sah-sah saja kaum wanita menggunakannya. Hanya saja ada beberapa hal yang mesti diketahui mengenai hal ini.
Soal harga misalnya, tak bisa dijadikan patokan untuk menentukan bagus tidaknya sebuah produk kosmetik. Artinya, produk kosmetik bermerek terkenal dengan harga selangit tak menjamin produk itu cocok digunakan.
Karena itu konsumen harus selektif. Apalagi, iklan yang dilancarkan produsen kosmetik terkadang cenderung menyesatkan.
Lalu kapan seharusnya seorang perempuan mulai menggunakan kosmetik? Penggunaan kosmetik tidak didasarkan pada usia. Kondisi kulitlah yang menjadi pertimbangannya.
Misalnya ketika berumur 14 tahun sudah mulai mengalami masalah dengan kulit seperti jerawat ataupun kulit kering. Nah, saat itulah kosmetik perawatan untuk mengatasi jerawat mulai bisa digunakan. Begitu pun pelembab, sudah dibutuhkan untuk mengatasi kedua masalah kulit itu.
Tak mustahil pula, ada remaja berusia 17 tahun yang sudah mengalami masalah kulit kusam. Untuk mengatasi masalah ini, si remaja tadi bisa menggunakan Alpha Hydroxy Acid (AHA) serum untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati sehingga kulitnya akan terlihat lebih sehat dan segar.
Lain lagi dengan wanita yang kerap beraktivitas di bawah terik sinar matahari. Paparan sinar matahari bisa membahayakan kulit. Karena itu alangkah baiknya jika wanita yang kerap 'mandi' sinar matahari memakai kosmetik yang mengandung Sun Protection Factor (SPF).
Read more »
Label: Kecantikan, Perawatan, Perempuan
