19.2.21

Yang Perlu Diketahui Tentang Stroke

Pembuluh darah di kepala

Menjaga kesehatan itu penting, terutama mereka yang merasa memiliki gaya hidup berisiko.

Stroke sering meninggalkan jejak sangat nyata bagi penderitanya. Mulai dari kesulitan bicara (cadel), berkurangnya fungsi kognitif, hingga kelumpuhan anggota tubuh. 

Akibatnya, penderita bisa kehilangan kemampuan mengurus diri dan menjadi amat tergantung pada orang lain. 

Pada banyak orang, akibat stroke ini bisa bertahan selama sisa hidupnya. Tapi umumnya terapi yang teratur bisa diharapkan meringankan penderitaan mereka. 

Stroke yang sering juga disebut penyakit pecah pembuluh darah otak (cerebrovascular disease atau cerebrovascular accident). 

Stroke adalah hilang atau rusaknya fungsi sebagian otak yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah ke otak. 

Karena darah berfungsi sebagai pembawa oksigen dan zat gizi ke otak, maka terhentinya aliran darah berarti terhentinya suplai bahan-bahan tersebut sehingga menyebabkan kerusakan atau bahkan kematian sel-sel otak. 

Kerusakan atau kematian sel-sel otak itu terjadi dalam waktu singkat, yakni dalam hitungan jam saja. 

Buruknya lagi, tidak seperti sel-sel tubuh lainnya, sel sel otak jumlahnya tetap dan tidak dapat diganti. Artinya, sekali satu sel otak mati, maka berkuranglah jumlah total sel otak untuk selamanya. 


Menurut faktor penyebabnya, dikenal tiga jenis stroke yang paling umum terjadi:

Thrombotic stroke (stroke trombosis) 

Yang disebabkan menyempitnya pembuluh arteri, misalnya oleh timbunan deposit lemak. Akibatnya, aliran darah ke otak semakin lama semakin lambat seiring dengan semakin tebalnya lapisan lemak. Begitu lemak menutup pembuluh, aliran darah akan berhenti sama sekali dan terjadilah stroke. 

Embolic stroke (stroke emboli) 

Yang disebabkan oleh gumpalan darah yang berasal dari bagian lain tubuh. Misalnya dari jantung. Gumpalan ini terlepas, terbawa dalam aliran darah, dan menghambat suplai oksigen dan zat makanan ke otak. Gumpalan darah yang terdapat dalam pembuluh darah disebut embolus. . 

Hemorrhagic stroke (stroke pendarahan) 

Yang disebabkan oleh rusaknya pembuluh arteri. Akibatnya oksigen dan zat makanan yang dibutuhkan tidak dapat mencapai sel-sel otak. Pembuluh arteri yang lemah antara lain disebabkan oleh karena proses penuaan. 

Kadang-kadang ada pembuluh darah yang mengalami pelebaran di suatu tempat yang dikenal dengan istilah aneurisme. 

Pelebaran membentuk gelembung seperti balon dan mengakibatkan menipisnya dinding pembuluh darah. Dinding pembuluh darah yang tipis ini bisa pecah sewaktu-waktu dan menyebabkan stroke. 

Stroke tipe ini biasanya didahului oleh sakit kepala yang luar biasa. Berbeda dari stroke tipe lain, untuk mengatasi stroke pendarahan ini diperlukan tindakan operatif. 

Faktor Risiko 

Selain faktor usia dan faktor genetis, stroke terkait erat dengan gaya hidup. 

Di antara pemicunya adalah rokok yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah, kegemukan, diet makanan tinggi lemak dan garam, serta konsumsi alkohol. 

Stroke lebih besar risikonya pada mereka yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi. 

Selain darah tinggi, ada beberapa jenis penyakit lain yang diketahui meningkatkan risiko stroke, yakni diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan Transient Ischemic Attack (TIA, atau gangguan temporer akibat berkurangnya aliran darah ke otak). TIA ini juga disebut mini stroke atau stroke ringan. 

Berbeda dengan stroke biasa yang sifatnya akut dan berdampak serius, TIA tidak terlalu membahayakan. TIA bisa berlangsung hanya selama 15-20 menit, dan dampaknya bisa diatasi.

Namun orang yang pernah mengalami TIA harus berhati-hati, karena mereka memiliki peluang besar mengalami stroke akut di kemudian hari. 

Untuk memperkecil risiko terserang stroke, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan: 

Mengontrol tekanan darah secara teratur. 

Selain mengurangi risiko stroke, hal ini juga dapat mengurangi risiko serangan jantung. 

Berhenti merokok. 

Riset menunjukkan, pecandu rokok yang telah menghentikan kebiasaannya itu selama 25 tahun memiliki risiko terserang stroke yang lebih kecil dibanding perokok yang masih aktif. 

Berolahraga secara teratur. 

Selain untuk menguatkan jantung dan memperbaiki peredaran darah, olah raga juga baik untuk mengontrol berat badan. 

Seperti lazim diketahui, kelebihan berat badan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, aterosklerosis, penyakit jantung, dan diabetes, yang bisa menjadi faktor pemicu stroke. 

Membiasakan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. 

Hindari makanan yang memiliki kandungan lemak, asam lemak jenuh, dan kolesterol. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.

Mengontrol kadar gula darah. 

Jika tidak dikontrol, diabetes bisa menyebabkan kerusakan Pembuluh darah dan menyebabkan arteriosklerosis. 

Segera memberitahu dokter jika muncul tanda atau gejala yang mengkhawatirkan. 

Read more »

Label: ,