Minum Banyak Air, Cara Mudah Memperkecil Risiko Batu Ginjal
DOKTERINE.INFO - Sering merasa sakit di bagian punggung paling bawah atau sekitar pinggang, sesekali disertai rasa panas, bahkan seakan-akan perut terasa kram hingga muntah? Hati-hati, mungkin itu pertanda Anda terkena batu ginjal.
Selain memunculkan perasaan sakit jika sakit akibat batu pada ginjal ini dibiarkan tanpa penanganan serius memungkinkan terjadinya kerusakan ginjal atau gagal ginjal.
Batu ginjal merupakan suatu gumpalan yang solid yang semula berukuran sekecil pasir lambat laun menjadi besar seperti bola golf dan akhirnya mengkristal, dan menutupi permukaan dalam ginjal.
Penyebab
Banyak sekali hal-hal potensial penyebab munculnya batu ginjal. Umumnya, batu ginjal ini merupakan hasil dari konsentrasi zat kimia yang terlalu banyak pada urin, yang akhirnya mengkristal.
Hal lainnya bisa disebabkan oleh:
- Faktor genetik dari keluarga.
- Obesitas.
- Ekses dari kalsium atau beberapa mineral lain sering kali berkaitan dengan kondisi air yang dikonsumsi atau kondisi tanah.
- Ekses dari kelebihan asam dalam air seni, pengobatan tertentu, vitamin C atau vitamin D.
- Diet buah-buahan dan sayur-sayuran yang tinggi kadar oksalatnya.
- Dehidrasi yang terlalu lama. Berkaitan dengan masukan cairan yang tidak adekuat dan menyebabkan pemekatan urin.
- Infeksi saluran kencing.
- Tinggal di area dengan temperatur tinggi yang menyebabkan seseorang kepanasan dan kehilangan banyak cairan.
- kurangnya aktivitas fisik.
Seperti kita ketahui, fungsi ginjal untuk membuang produk-produk metabolisme. Kelebihan konsentrasi hasil-hasil metabolisme yang terkumpul pada urin dapat menyebabkan banyak mineral yang jenuh dan akhirnya mengkristal.
Mineral yang mengkristal sangat kecil memang mudah untuk keluar bersama urin, tetapi kemudian mereka pun bisa mulai bergumpal satu sama lain.
Jika kristal-kristal itu tinggal di dalam ginjal untuk waktu sangat lama, maka lama kelamaan membesar hingga berubah menjadi batu ginjal sangat besar dan tidak dapat keluar melalui saluran kencing.
Batu ginjal terbentuk, berkembang dapat tinggal di dalam ginjal untuk beberapa tahun tanpa ada gejala sakit sedikit pun. Beberapa orang yang bisa mengeluarkan batu ginjal yang kecil tanpa merasakan sakit.
Namun kebanyakan akan merasakan rasa tidak nyaman ketika berkemih. Seperti ada perasaan ada butiran pasir ketika sedang buang air.
Ketika batu ginjal makin membesar rasa tidak nyaman itu akan semakin membesar. Gejala yang muncul umumnya berupa rasa sakit di sekitar punggung paling bawah menyebar ke sekeliling rongga perut dan sering kali meluas ke sekitar selangkangan.
Kadang ada darah dalam air kencing. Sering juga timbul rasa mual, demam, bahkan muntah. Rasa sakit ini muncul disebabkan oleh membesarnya atau meregangnya saluran kencing yang terhalang oleh blokade batu.
Selama serangan batu ginjal, penderita disarankan untuk minum lebih banyak air, lebih dari dua hingga tiga liter per hari.
Juga dianjurkan untuk tetap aktif, jangan terlalu banyak diam dan berbaring. Berdasarkan informasi dari kidney.org, aktivitas fisik dapat membantu melepaskan batu ginjal.
Kendati begitu, hanya batu ginjal yang berdiameter kurang dari 5 mm yang biasanya bisa keluar sendiri tanpa pertolongan medis.
Namun jika batu itu sudah berukuran 10 mm atau lebih, biasanya membutuhkan penanganan medis berupa operasi atau lithrotripsy.
Pencegahan
Mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Itu jelas, karena sesungguhnya mencegah penyakit datang, badan akan tetap sehat dan itu artinya kita pun relatif tidak perlu biaya besar untuk pengobatan.
Hal yang paling mudah untuk mencegah batu ginjal adalah meningkatkan dan menjaga jumlah cairan pada tubuh, jangan sampai kita kekurangan cairan.
Minum banyak air bersih terbukti sangat signifikan mereduksi pembentukan batu ginjal.
Cara ini juga direkomendasikan untuk para penderita batu ginjal untuk meningkatkan jumlah cairan dan memperlancar jalannya air kencingnya.
Minum 3 sampai 4 liter air sehari dapat mengurangi pengulangan timbulnya batu sebesar 90 persen.
Pada mulanya banyak penderita batu ginjal merasa kesulitan untuk membiasakan minum lebih banyak air. Akan tetapi kalau benar-benar ingin sembuh, dibutuhkan kesungguhan dan konsistensi dari seseorang untuk mulai mengubah kebiasaan minumnya.
Kadar kalsium yang tinggi dalam urin disebabkan oleh tingginya kadar garam dalam diet seseorang. Garam mengakibatkan ekskresi dari banyak kalsium yang kemudian terakumulasi di dalam urin.
Dengan meningkatnya masukkan air, akan mengurangi kadar konsentrasi relatif kalsium dalam urin. Selanjutnya dapat menghambat risiko pembentukan kristal batu ginjal.
Biasanya, orang yang mudah terkena batu ginjal disarankan untuk mengurangi makanan dengan kadar oksalat tinggi Contohnya apel, bir, bit, buah beri, merica hitam, brokoli, keju, cokelat, kopi, minuman mengandung kola, anggur, es krim, susu, jeruk, parsley, selai kacang, nenas, bayam, teh, vitamin C, yoghurt, lobak.
Selain menambah asupan cairan dan mengurangi jenis makanan tertentu, untuk memastikan perkembangan penyakitnya, penderita batu ginjal tentunya harus berkonsultasi rutin dengan dokter.
Label: Kesehatan, Pencegahan, Tips

