19.12.20

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal

Mencegah munculnya penyakit ginjal

DOKTERINE.INFO - Tak cuma terhadap penyakit kanker, upaya deteksi dini sebaiknya juga dilakukan pada penyakit-penyakit lain termasuk penyakit ginjal. 

Mengapa Deteksi Dini Penting?

Dan pada penyakit ginjal, upaya deteksi dini menjadi penting karena penyakit int biasanya datang secara diam-diam. Akibatnya, ketika penderita sadar akan penyakitnya, perjalanan penyakit sudah demikian lanjut.

Di Amerika misalnya, terdapat sekitar 20 juta orang yang menderita sakit ginjal kronis. Yang menyedihkan, sebagian besar dari mereka ternyata tak melakukan upaya apa pun untuk memperlambat perburukkan kondisi ginjalnya. 

Ini bukan karena mereka malas berobat tau tak ada biaya untuk itu. Tapi, seperti dikatakan para pakar dari National Kidney Foundation (NKF), karena memang tidak merasakan gejala yang nyata dari kerusakan ginjal itu. 

Selain 20 juta orang yang telah menderita sakit ginjal kronis, data pada NKF juga menunjukkan adanya 20 juta orang lainnya di Amerika yang berisiko tinggi menderita Sakit ginjal. Mereka adalah para penderita diabetes (kencing manis), tekanan darah tinggi, dan mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat sakit ginjal. 

Menurut Dr Andrew S Levey, pakar nefrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Tufts, Boston, orang-orang yang berisiko tinggi menderita sakit ginjal ini perlu melakukan deteksi dini terhadap penyakit ginjal. 

Bagaimana Caranya?

Caranya? Lakukan berapa tes, yaitu: 

Tes urine 

Perlu Anda tahu, Orang yang berpenyakit ginjal bisa ditandai dari meningkatnya kadar protein dalam urinenya. Untuk memastikan ada tidaknya kandungan protein dalam urine itulah, tes urine menjadi perlu. Dengan rujukan dokter, tes bisa dilakukan di laboratorium klinik. 

Tes darah 

Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar kreatinin di dalam darah. Dari tes ini, pasien akan mengetahui angka GFR (Glomerular Filtration Rate) nya. Dari angka GFR akan tergambar kemampuan ginjal si pasien dalam menyaring darah. 

Mengukur tekanan darah

Ini perlu dilakukan secara teratur oleh mereka yang menderita tekanan darah tinggi. Dengan mengontrol tekanan darah, maka kemungkinan terkena penyakit ginjal bisa diminimalkan. 

Nan, jika seseorang memperoleh angka tinggi (di atas batas normal) pada masing-masing tes itu, maka besar kemungkinan ia menderita sakit ginjal. 

Hasil tes ini juga akan dijadikan dasar oleh dokter untuk menetapkan rencana pengobatan Untuk si pasien. 

Tak cuma pengobatan, pasien biasanya juga dianjurkan untuk mengubah gaya hidup. Yang semula gemar melahap makanan berprotein tinggi misalnya, biasanya disarankan untuk menguranginya. 

Begitu pun dengan asupan garam, mesti dikurangi. Ini penting untuk meringankan beban kerja ginjal, sekaligus mengontrol tekanan darah. 

Untuk mereka yang menderita. diabetes, usahakan untuk selalu mengontrol kadar gula darah. Langkah ini pun penting untuk melindungi ginjal. 

Penyakit ginjal selalu datang diam-diam, dan biasanya baru ketahuan ketika penyakit sudah parah. Karena itulah, langkah deteksi dini sangat penting.

Kalaupun sudah terlanjur sakit ginjal, perawatan yang memadai dan sedini mungkin, juga mutlak dilakukan. Hanya dengan cara itulah, kerusakan ginjal bisa diperlambat. 

Dengan begitu diharapkan, orang bisa panjang umur tanpa perlu cuci darah atau transplantasi (cangkok) ginjal.


Label: ,