19.11.20

Menjaring Nutrisi Pada Ikan

DOKTERINE.INFO - Tak cuma kaya protein Selama ini ikan lebih banyak dikenal sebagai sumber protein. Dalam tubuh ikan segar, terkandung protein sebanyak kurang lebih 18% dari total massanya.

Tapi, ikan tak cuma mengandung protein. Ia pun memiliki kandungan mineral, lemak, dan vitamin. Dan menurut penelitian, lemak yang terkandung dalam tubuh ikan bermanfaat besar bagi tubuh manusia.

Perlu diketahui, setiap orang dewasa membutuhkah kalori sekitar 2.700 kilo kalori (Kkal) setiap harinya. Sementara 30 persen dari kalori tersebut adalah lemak. Dan jika setiap 1 gram lemak mengandung 9 Kkal, maka tubuh orang dewasa membutuhkan lemak sebanyak 90 gram per harinya.

Lemak terbagi menjadi tiga jenis yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal, dan lemak tidak jenuh jamak. Nah, di dalam lemak tidak jenuh jamak itulah terkandung omega-3 yang amat bermanfaat bagi manusia.

Ikan kaya akan nutrisi omega-3

Omega-3 merupakan sebuah komponen membran di dalam sel lemak. Nah membran inilah yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, terutama untuk pertumbuhan otak. Jadi kalau membrannya baik, maka pertumbuhan otak pun bisa baik pula. Karena itulah, omega-3 sangat layak dikonsumsi oleh ibu hamil dan janinnya

Hanya itukah kehebatan omega 3? Ternyata tidak. Penelitian menunjukkan, jenis asam lemak omega-3 yang mencakup Asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) bisa mengurangi kemampuan darah menggumpal dalam pembuluh arteri koroner. Sehingga omega-3 ini bisa untuk mencegah penyakit jantung.

Di samping manfaatnya, ternyata ada hal lain yang patut dicatat dari omega-3 ini. Omega 3 pada ikan mudah sekali hilang atau rusak. Hal itu disebabkan oleh pengolahan pasca penangkapan yang tidak diperhatikan secara baik oleh para nelayan.

Agar kandungan omega 3 tidak cepat menyusut maka para nelayan bisa menerapkan metode pembekuan. Metode ini memerlukan alat yang bisa membuat ikan tetap beku. Tapi dengan cara ini, akan mahal sekali. Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan mendinginkan ikan melalui perbandingan 1 kg es untuk 2 kg ikan.

Mengingat akan hal ini, bisa dipahami bila ikan segar yang dijual di supermarket pun tak bisa diharapkan lagi kandungan omega-3nya. Mungkin yang bisa diharapkan hanya kandungan proteinnya saja.

Hal serupa juga terjadi pada ikan yang dikalengkan. Ikan kalengan, kata dia, sudah mengalami proses pemanas ketika akan disterilisasi. Dalam proses itulah terjadi pertukaran antara omega-3 dengan minyak kelapa. Minyak kelapanya' masuk, sedangkan omega-3 keluar. Jadi sama saja, seperti ikan yang ada di supermarket, tidak ada lagi omega-3 di situ.

Cara tepat memilih ikan

Agar bisa mendapatkan gizi terbaik dari ikan, maka Anda sebagai konsumen mesti cermat dalam memilih ikan ketika berbelanja di pasar tradisional maupun pasar swalayan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan, yaitu:

  • Salah satu ciri ikan yang baik adalah jika ditekan dadanya akan terasa kenyal. Ini karena pada saat itu otot-otot ikan sedang mengalami rigor (kontraksi otot). Kalau ikan yang sudah lama, biasanya lebih lunak dan setelah ditekan tidak balik lagi.
  • Perhatikan mata ikan itu. Jika matanya terlihat jernih, artinya ikan itu masih baru dan layak dikonsumsi.
  • Periksa pula bagian insang ikan. Ikan yang masih baru, bagian dalam insangnya masih - berwarna merah darah.
  • Ikan segar memiliki bau yang khas. Kalau ikan yang sudah lama, biasanya sudah tercium bau amis. Dan itu menandakan sudah munculnya bakteri di tubuh ikan.
  • Perhatikan ada atau tidak lendir pada tubuh ikan. Sebaiknya pilih ikan yang tidak berlendir.
  • Cermati pula sisik ikan. Ikan yang masih baru dan segar, sisiknya tidak mudah lepas.
  • Perhatikan pula sanitasi lingkungan tempat ikan itu dijajakan.

Label: ,