6.7.20

Apa Itu Antioksidan - Pedoman Memilih Suplemen Penangkal Radikal Bebas

Semakin banyak produk suplemen ditawarkan yang katanya mengandung antioksidan. antioksidan diklaim dapat mencegah penuaan dini, mencegah kanker dan berbagai penyakit degeneratif. Apakah sebenarnya antioksidan itu? Dan benarkah mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Apa Itu Antioksidan - Pedoman Memilih Suplemen Penangkal Radikal Bebas


Proses Terbentuknya Antioksidan

Oksigen digunakan dalam sejumlah proses kimia kompleks dalam sel-sel tubuh. Semua proses pembakaran, termasuk yang biasa terjadi di dalam tubuh, pembakaran tembakau, pembakaran minyak, sinar matahari, pengeringan atau pemasakan makanan, dapat menghasilkan radikal bebas. 

Cara Kerja Antioksidan

Radikal bebas ini sangat reaktif dan berbahaya bagi kesehatan karena dapat “mencuri” partikel dari molekul kimia lain di dalam tubuh. 

Ini kemudian menciptakan senyawa abnormal dan memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan membuat perubahan mendasar pada materi genetik dan organ vital sel lainnya.

Radikal bebas dapat merusak sel dan memicu pembentukan dan pertumbuhan kanker, menyebabkan peradangan, kerusakan pembuluh darah dan penuaan dini. 

Cara radikal bebas merusak sel-sel dalam tubuh mirip dengan proses oksigen mengubah kertas menjadi kuning atau mentega menjadi tengik.


Radikal bebas Harus Dikendalikan

Radikal bebas atau limbah tubuh harus dilumpuhkan untuk mencegah potensi kerusakan yang ditimbulkannya. Bahan kimia yang dapat menetralkan atau melumpuhkan radikal bebas disebut antioksidan.

Antioksidan memiliki pengaruh yang besar dalam menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya berbagai penyakit. 

Diet rendah lemak dan tinggi antioksidan adalah cara terbaik untuk memperlambat proses penuaan. Risiko kematian berkurang secara signifikan bagi orang dengan tingkat antioksidan darah tinggi.


Peran Antioksidan dalam Tubuh

Antioksidan membantu meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh atau mencegah infeksi. 

Antioksidan direkomendasikan sebagai suplemen pendukung pada penderita AIDS. 

Antioksidan meningkatkan kesuburan (kesuburan), mengurangi radang sendi, dan berperan penting dalam memperbaiki berbagai kondisi, termasuk masuk angin dan gejala kelelahan kronis. 


Sumber-sumber Antioksidan

Antioksidan ini, termasuk vitamin A, C, dan E serta beta-karoten, ditemukan di banyak buah dan sayuran. Bioflavonoid, anthocyanin, pycnogenols dan ratusan antioksidan lainnya dapat digunakan untuk menyeimbangkan hidup dan mati sel. 

Belakangan ini banyak jenis suplemen yang beredar di pasaran, baik makanan maupun minuman, diyakini mengandung antioksidan. 

Asalkan pada label tertera bahwa produk tersebut resmi terdaftar di Indonesia (ditandai dengan nomor registrasi) dan benar-benar mengandung beberapa antioksidan yang disebutkan tadi, jika diproduksi sesuai dengan prinsip higienitas, dan persis dengan bahan-bahan yang dibutuhkan tubuh, tidak ada yang perlu ditakutkan dari produk tersebut. 

Tetapi, Anda harus kritis dan jeli untuk menentukan apakah Anda benar-benar membutuhkan suplemen ini atau tidak.


Suplemen Antioksidan, Perlukah?

Apabila terjadi ketidakseimbangan antara penyerapan nutrisi dan kebutuhan gizi yang menjadi penyebab utama menurunnya kebugaran dan kesehatan, maka konsumsi suplemen sangat diperlukan. 

Intinya adalah mengetahui berapa banyak yang Anda butuhkan dan berapa banyak yang aman untuk dikonsumsi. 

Mengonsumsi lebih dari yang diperlukan jelas boros dan tidak berguna. Selain itu, jika Anda mengonsumsi lebih dari batas aman, bukan kesehatan dan kebugaran yang Anda peroleh tentunya, melainkan masalah kesehatan yang bisa berujung pada kematian. 

Selain itu, Anda juga perlu tahu suplemen makanan itu terbuat dari apa dan apa saja bahan-bahannya. 

Mengetahui secara spesifik apa yang dikonsumsi merupakan hak dan kewajiban konsumen. Informasi ini sering kali diterima secara tidak lengkap oleh konsumen atau sengaja disembunyikan oleh produsen untuk tujuan tertentu. Konsumen wajib berusaha mencari informasi tersebut untuk kepentingan konsumen itu sendiri.

Kita memang bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh kita dari bahan makanan alami. 

Jika kita bisa menjaga pola makan agar bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh sesuai dengan aktivitas sehari-hari, maka kita tidak membutuhkan kehadiran suplemen makanan. 


Antioksidan Bisa Kita Dapatkan dari Makanan

Setiap tahun, semakin banyak jenis antioksidan yang terkandung dalam produk alami terungkap, termasuk yang ditemukan dalam berbagai sayuran dan buah-buahan.

Vitamin A, C, E dan beta-karotin adalah vitamin antioksidan esensial utama. Vitamin E terdapat pada kecambah (taoge), kacang-kacangan dan biji-bijian, serta minyak nabati. 

Semangka juga bagus. Buahnya kaya akan beta-karotin dan vitamin C, sedangkan bijinya kaya akan vitamin E dan mineral antioksidan seperti seng dan selenium. Anthocyanidins dan proanthocyanidins serta senyawa bioflavonoid lainnya banyak terdapat pada buah dan sayuran seperti jambu biji, jeruk, apel, anggur, wortel, tomat, pepaya, semangka, dll. 

Bioflavonoid memiliki banyak peran yang bermanfaat. Bioflavonoid bertindak sebagai antioksidan potensial, mengikat logam beracun dan mengeluarkannya dari tubuh. 

Senyawa bioflavonoid bekerja secara sinergis dengan vitamin C dengan menstabilkan vitamin C dalam sel-sel tubuh. 

Beberapa jenis senyawa bioflavonoid memiliki sifat atau efek bakteriostatik yang mirip dengan antibiotik yang bermanfaat seperti anti infeksi. 

Bioflavonoid juga melawan kanker. Bioflavonoid digunakan untuk mengobati kapiler rapuh, gusi berdarah, varises, wasir, memar, keseleo, dan pembekuan darah. 

Senyawa antioksidan lain yang dianggap membantu dalam mencegah dan mengobati kanker adalah kumarin, asam kromogenik, dan asam ellagic yang banyak ditemukan pada buah dan sayuran seperti tomat, nanas, anggur, dan stroberi.


Kesimpulan

Dari uraian di atas, semoga Anda memahami dengan jelas bahwa tubuh sangat membutuhkan antioksidan untuk menjaga kesehatan dan melawan berbagai penyebab penyakit, baik berupa kuman maupun zat berbahaya. 

Antioksidan banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan, jadi Anda tidak perlu mengonsumsi suplemen antioksidan untuk mendapatkannya. Cukup memperhatikan pola makan dan memperbanyak porsi sayur dan buah dalam menu sehari-hari. 

Namun, jika Anda merasa jumlah antioksidan yang diserap melalui makanan tidak cukup, Anda dapat melengkapinya dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan, asalkan Anda teliti dan teliti terlebih dahulu fungsi jumlah zat yang dikandungnya, pastikan suplemen tersebut aman dan tidak menimbulkan kerugian. Terakhir, konsumsilah secukupnya, jangan berlebihan.


Referensi

  • [1] Chan G, Collins J, Horn T. Antioxidants may still have a role in HIV treatment. GMHC Treat Issues. 1997 Sep;11(9):6-12. PMID: 11364752. (Link)
  • Understanding Antioxidant - health.harvard.edu
  • List of All Antioxidant You Should Eat All the Time - Natures Potent
  • Pengertian Antioksidan Beserta Jenis dan Manfaatnya - Katadata

Sumber Foto: Canva | HiClipart

Label: , , , ,

0 Comments:

Posting Komentar

<< Home