3.6.20

Ikan Penolak Depresi

Makan ikan mencegah depresi

Ikan merupakan makanan yang baik untuk otak anak, semua orang sudah mengetahuinya. Tapi ikan apakah Anda juga pernah mendengar bahwa ikan bisa mencegah depresi?

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan hubungan antara konsumsi ikan dan penurunan risiko depresi. Hubungan antara konsumsi ikan dan depresi sudah dipelajari oleh sejumlah lembaga dan ahli, termasuk universitas, lembaga penelitian, dan rumah sakit.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Epidemiologi dan Statistik Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Qingdao menemukan bahwa konsumsi ikan yang tinggi terbukti dapat mengurangi risiko depresi. 

Studi serupa juga dilakukan di Jepang (negara dengan budaya makan ikan). Hasilnya menunjukkan bahwa asupan harian ikan dan/atau suplemen minyak ikan sangat terkait erat dengan penurunan risiko depresi.


Mengapa ikan bisa meredakan depresi?

Ada apa dengan ikan? 

Apa yang dimiliki ikan sehingga dapat menurunkan risiko depresi?

Ikan adalah sumber asam omega-3 yang baik, yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental dan pencegahan depresi. Asam omega-3 memainkan peranan penting dalam pembentukan neuron dan neurotransmiter yang berkaitan dengan suasana hati dan perilaku.

Asam lemak omega-3 terdiri dari tiga jenis utama, yaitu eicosapentaenoic acid (EPA), docosahexaenoic acid (DHA) dan alpha-linolenic acid (ALA). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa EPA dan DHA terkait dengan pencegahan dan pengobatan depresi.

EPA dan DHA berperan penting dalam pembentukan neuron dan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin yang berkaitan dengan suasana hati dan perilaku. Penelitian juga menunjukkan bahwa suplemen omega-3 yang tinggi EPA dapat membantu mengurangi gejala depresi pada beberapa orang.


Pengaruh asam lemak omega-3 pada otak

Penelitian menunjukkan otak manusia membutuhkan lemak tertentu untuk berfungsi secara normal. Salah satu lemak yang baik untuk kinerja otak adalah asam lemak mengandung omega-3, yang paling banyak ditemukan pada ikan. 

Ketika otak tidak mendapatkan cukup lemak, otak tidak bekerja sebagaimana mestinya. Kekurangan lemak esensial ini antara lain dapat menyebabkan depresi, autisme, dan disleksia. Selain itu, efek stres, alkohol, nikotin, dan kafein dapat mengurangi jumlah serapan asam lemak oleh tubuh.

Itu sebabnya penderita depresi disarankan untuk makan ikan secara teratur. Selain bekerja pada otak, manfaat lain dari lemak ini adalah dapat memperbaiki kondisi rambut, kuku, dan kulit.

Berikut adalah beberapa manfaat asam lemak omega-3:

  • Menjaga Kesehatan Jantung: Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung dan stroke dengan mengurangi kadar trigliserida dan meningkatkan kadar lipid darah.
  • Menjaga Kesehatan Otak: Asam lemak omega-3 berperan penting dalam pembentukan dan fungsi sel saraf serta dapat membantu mengurangi gejala depresi, skizofrenia, dan demensia. 
  • Meningkatkan Kesehatan Mata: Omega-3 dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah kehilangan penglihatan yang berkaitan dengan usia.
  • Mencegah peradangan: Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan berbagai kondisi, termasuk radang sendi, asma, dan penyakit autoimun.
  • Membantu membangun tulang dan sendi: Asam lemak omega-3 dapat membantu memperkuat tulang dan mengurangi risiko kerusakan sendi.


Namun perlu diperhatikan bahwa makan ikan saja tidak serta merta menghilangkan depresi. Faktor risiko depresi meliputi berbagai hal, seperti: faktor genetik, lingkungan, stres dan gaya hidup.

Mencegah dan mengobati depresi biasanya melibatkan beberapa tindakan, seperti terapi, perubahan gaya hidup, dan pengobatan.

Untuk manfaat kesehatan terbaik, sangat disarankan agar Anda memasukkan ikan ke dalam makanan Anda sebagai sumber alami protein dan asam lemak omega-3, serta menerapkan gaya hidup sehat lainnya seperti olahraga dan tidur yang cukup.

Jika Anda memutuskan untuk mengganti makan ikan dengan minum suplemen omega-3, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter dan ahli gizi Anda. Karena perlu diingat bahwa bukti keefektifan omega-3 dalam pencegahan dan pengobatan depresi masih terbatas dan diperlukan lebih banyak penelitian.

Berkonsultasi dengan dokter Anda sangat penting untuk memastikan bahwa suplemen makanan ini sesuai dengan kebutuhan Anda dan tidak memiliki interaksi negatif timbulnya seperti efek samping atau kemungkinan adanya interaksi dengan obat lain yang Anda minum.


Referensi

  • Li, Fang, Xiaoqin Liu, and Dongfeng Zhang. "Fish consumption and risk of depression: a meta-analysis." J Epidemiol Community Health 70.3 (2016): 299-304. (Tautan)
  • Matsuoka, Y. J., et al. "Dietary fish, n-3 polyunsaturated fatty acid consumption, and depression risk in Japan: a population-based prospective cohort study." Translational psychiatry 7.9 (2017): e1242-e1242. (Tautan)

    Sumber foto: pexels

    Label: , , , , , ,

    0 Comments:

    Posting Komentar

    << Home